Kamis, 29 Maret 2012

Kisah Sukses Aburizal Bakrie


 

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 65 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005. 
Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004). 
Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004). Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. 
Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada tahun 2010. Keluarga Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike) Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut: Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani 


Pendidikan 


Jurusan Teknik Elektro ITB, Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1973 Pekerjaan 1992 - 2004 
Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie 1989 – 1992 
Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation 1988 – 1992 
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers 1982 – 1988 
Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers 1974 –1982 
Direktur PT. Bakrie & Brothers 1972 – 1974 
Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers Organisasi 2009 - 2014 
Ketua Umum DPP Partai GOLKAR 2004 - 2009 
Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR 2000 – 2005 
Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) 1999 – 2004 
Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II 1996 – 1998 
Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry 1996 – 1997 
International Councellor, Asia Society 1994 - 1999 
Ketua Umum KADIN periode I 1993 – 1998 
Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II 1993 – 1995 
Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation 1993 – 1995 
Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II 1991 - 1993 
Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I 1989 – 1994 
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia 1988 – 1993 
Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil 1988 - 1993 
Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I 1985 – 1993 
Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) 1984-sekarang 
Anggota, Partai Golongan Karya 1984 – 1988 
Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia 1977 – 1979 
Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) 1976 – 1989 
Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia 1975: 
Ketua Departemen Perdagangan HIPMI 1973 – 1975 
Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI 




Penghargaan 


1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN Business Forum 
1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika 
1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce 




Inilah Strategi Aburizal Bakrie Memajukan Indonesia 

Berita Terbaru, Strategi yang diterapkan oleh Aburizal Bakrie bukan hanya omong kosong saja. Terbukti, seluruh perusahaannya telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah Esia yang kini menjadi salah satu operator terbesar di Indonesia. Menanggapi mengenai strategi pembangunan Indonesia menuju kemajuan, pria yang akrab disapa Ical itu mengatakan bahwa pembangunan Indonesia dapat berhasil jika dimulai dari pembangunan di desa.

Pembangunan yang dimaksud adalah sumber daya manusia (SDM) sehingga kelak mereka dapat mengelola sendiri Sumber Daya Alam (SDA) yang ada secara mandiri. Menurut Ical, langkah tersebut harus dilakukan secara fokus. “Membangun Indonesia dari desa, bisa dilakukan agar menghasilkan SDM berkualitas di desa. Kualitas manusia faktor penentu dalam pembangunan bangsa bukan hanya mengandalkan sumber daya alam semata,” ujar Ical di Lembang, Bandung, Sabtu (2/7/2011).
Dalam acara pencanangan Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes) Partai Golkar di seluruh Indonesia ini, Ical menegaskan, kader-kader Golkar harus berada di barisan terdepan dalam pembangunan SDM di desa. “Hanya negara yang mau tingkatkan investasi pembangunan sumber daya manusia terbukti bisa menikmati pertumbuhan ekonomi lebih baik,” terangnya. Hadir dalam acara itu, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Akbar Tandjung, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan petinggi Golkar lainnya.




(source by Wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar