Kamis, 29 Maret 2012


BAB II


PERSIAPAN PRIBADI PENGUSAHA MUDA



Mempersiapkan diri untuk menjadi pengusaha muda

ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pengusaha muda yaitu kepribadian, keterampilan, kekuatan dan kemauan merealisasikan mimpi menjadi kenyataan.

1. membangun kepribadian pengusaha muda
a. mengenal diri sendiri

(1) mengenal karakter pribadi
untuk menjadi sukses, seorang pengusaha paling tidak harus mempunyai karakter pribadi yang bermotifasi tinggi, suka mencari tantangan, tidak mudah putus asa dan suka bergaul dengan orang lain.
(2) mengenal bakat dan kemampuan
usaha yang berhasil biasanya terkait dengan mutu barang dan jasa yang dihasilkan 

b. Mempersiapkan Perubahan Sikap Mental

(1) siap menghadapi ketidakpastian
(2)siap mengatakan "bisa"
(3) siap bekerja keras, tekun, dan sabar
(4) berani mengambil resiko dan jangan sampai rugi

2. Mempersiapkan Keterampilan Pengusaha Muda
a. Menjaga Repotasi
Reputasi yang baik merupakan modal utama bagi seorang pengusaha muda. reputasi yang baik akan memudahkan dalam membuat jaringan dan memperkenalkan usaha baru.


b. Kemampuan membangun jaringa
ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam membangun jaringan

(1) Menumbuhkan Rasa Percaya Diri yang kuat
(2) Menjadi Anak Gaul
menjadi anak gaul berarti mengembangkan potensi sosialisasi yang ada dalam diri seseorang
(3)Buat kartu nama yang menarik dan spesifik serta berikan kepada teman baru
(4) Tawarkan persahabatan yang tulus


c. Naluri mengenali peluang usaha

(1) menentukan arah usaha dan minat.
(2) menembuhkan kepekaan lingkungan dan kondisi disekitar
(3) menerapkan manajemne informasi


d. Kemampuan persuasi dan negosiasi

(1) itikat baik untuk mencapai win win solution
(2) mempersiapkan diri sebelum negosiasi
(3) meningkatkan kemampuan komunikasi dan pengendalian emosi
(4) sikap profesional

3. Merealisasikan Mimpi Menjadi Kenyataan
setiap orang seharusnya memiliki mimpi,namun sekedar mimpi dan angan - angan justru akan menimbulkan frustasi dalam kehidupan. jadi bermimpilah dan ikutilah dengan tindakan dan langkah nyata untuk mencapainya agar menjadi kenyataan.
a. Persaingan Mendapatkan Pekerjaan Semakin Ketat
b. Kebebasan Menentukan Nasib Sendiri dan Berkreasi
c. Potensi Mendapatkan Penghasilan Yang Tinggi
d. Idealisme Mengurangi Pengangguran

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

a. mengubah impian menjadi visi
visi adalah impian yang ingin kita capai dalam waktu tertentu


b. Menyusun rencana strategis
Faktor internal adalah kemampuan keuangan, budaya perusahaan, struktur organisasi, dan proses produksi, sedangkan faktor eksternal adalah selera konsumen dan trend pasar, kondisi persaingan kebijakan pemerintah.


c. Menetapkan Rencana Jangka Pendek
Kaidah SMART, yaitu :
(1) spesific
(2) measurable
(3) Achievable
(4) Reasonable
(5) Time Based


d. Melaksanakan Usaha 
Setelah membuat rencana jangka pendek, maka perlu dibuat rencana operasi yaitu membuat struktur organisasi, menentukan pekerjaan, dan tanggung jawab setiap orang dengan jelas serta melaknsanakan pengawasan atas jalannya pekerjaan sehingga mutu pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
BAB I  

KONSEPSI DASAR KEWIRAUSAHAAN 

Definisi kewirausahaan :
Ø Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
Ø Kewirausahaan adalah Sebuah permainan, di mana kita harus tahu betul aturan main, lalu menjalankan usaha cerdik dan akhirnya menikmati keuntungan. Definisi wirausahaan

  •  Wirausahawan adalah orang yang memiliki seni dan keterampilan tertentu dalam menciptakan usaha yang baru.
  • Wirausahawan adalah orang yang dapat melihat cara-cara yang ekstrem dan mau mengubah sessuatu yang tak bernilai atau bernilai rendah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, dengan cara memberikan nilai baru ke barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan manusia. KEUNTUNGAN MENJADI WIRAUSAHAWAN
  • Keuntungan yang didapat jika menjadi seorang wirausahawan adalah bisa mengatur jam kerja sendiri dan tidak bergantung pada jam kantor. Membuat peraturan sendiri dalam berusaha dengan sangat hati-hati dan sesuai dengan karakter diri dan pekerjaan, serta mengalami masa-masa saat berhasil dan gagal. Ciri-ciri dan sikap yang harus dimiliki oleh wirausahawan
  • Percaya Diri 
  1.  Berorientasi pada Tugas dan Hasil 
  2. Berani Mengambil Risiko 
  3. Kepemimpinan 
  4. Keorisinilan 
Berorientasi pada Masa Depan Sikap yang harus dimiliki dari seorang Wirausahawan, yaitu :
1. Disiplin Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya
2. Komitmen Tinggi Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lainDalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan)
3. Jujur Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan
4. Kreatif dan inovatif Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu
5. Mandiri Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.
6. Realistis Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya Peluang sebagai keuntungan yang memberikan dorongan kuat seseorang untuk berwirausaha :  Mempunyai kebebasan mencapai tujuan yang dikehendaki.

  • Mempunyai kesempatan untuk menunjukan kemampuan dan potensi diri secara penuh 
  • Memperoleh manfaat dan laba yang maksimal. 
  • Terbuka kesempatan untuk melakukan perubahan. 
  • Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dalam menciptakan kesempatan kerja 
  • Terbuka peluang untuk berperan dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha mereka semangat kewirausahaan harus dibangun berdasarkan asas pokok sebagai berikut : 
1.     Kemauan kuat untuk berkarya (terutama dalam bidang ekonomi) dan semangat mandiri
2.     Mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil risiko
3.     Kreatif dan inovatif
4.     Tekun, teliti, dan produktif
5.     Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat Membangun kewirausahaan dilakukan 3 hal stimultan yaitu :
1. Masyarakat mengubah paradigma bahwa menjadi pekerja atau PNS lebih terpandang daripada menjadi wirausahawan suksMembangun Kewirausahaan di Indonesia harus dilakukan melalui  3 hal secara esay
2. Lembaga pendidikan memepersiapkan bekal ilmu dan keterampilan dalam berwirausaha
3. Pemerintah memberikan dukungan yang kondusif berupa iklim usaha yang baik menyangkut perizinan, permodalan, dan infrastruktur.
Kisah Sukses Aburizal Bakrie


 

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 65 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005. 
Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004). 
Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004). Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan US$ 890 juta. 
Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30. Jumlah ini berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayaan Ical pada tahun 2010. Keluarga Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike) Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut: Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani 


Pendidikan 


Jurusan Teknik Elektro ITB, Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1973 Pekerjaan 1992 - 2004 
Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie 1989 – 1992 
Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation 1988 – 1992 
Direktur Utama PT Bakrie & Brothers 1982 – 1988 
Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers 1974 –1982 
Direktur PT. Bakrie & Brothers 1972 – 1974 
Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers Organisasi 2009 - 2014 
Ketua Umum DPP Partai GOLKAR 2004 - 2009 
Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR 2000 – 2005 
Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) 1999 – 2004 
Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II 1996 – 1998 
Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry 1996 – 1997 
International Councellor, Asia Society 1994 - 1999 
Ketua Umum KADIN periode I 1993 – 1998 
Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II 1993 – 1995 
Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation 1993 – 1995 
Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II 1991 - 1993 
Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I 1989 – 1994 
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia 1988 – 1993 
Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil 1988 - 1993 
Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I 1985 – 1993 
Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) 1984-sekarang 
Anggota, Partai Golongan Karya 1984 – 1988 
Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia 1977 – 1979 
Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) 1976 – 1989 
Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia 1975: 
Ketua Departemen Perdagangan HIPMI 1973 – 1975 
Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI 




Penghargaan 


1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN Business Forum 
1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika 
1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce 




Inilah Strategi Aburizal Bakrie Memajukan Indonesia 

Berita Terbaru, Strategi yang diterapkan oleh Aburizal Bakrie bukan hanya omong kosong saja. Terbukti, seluruh perusahaannya telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah Esia yang kini menjadi salah satu operator terbesar di Indonesia. Menanggapi mengenai strategi pembangunan Indonesia menuju kemajuan, pria yang akrab disapa Ical itu mengatakan bahwa pembangunan Indonesia dapat berhasil jika dimulai dari pembangunan di desa.

Pembangunan yang dimaksud adalah sumber daya manusia (SDM) sehingga kelak mereka dapat mengelola sendiri Sumber Daya Alam (SDA) yang ada secara mandiri. Menurut Ical, langkah tersebut harus dilakukan secara fokus. “Membangun Indonesia dari desa, bisa dilakukan agar menghasilkan SDM berkualitas di desa. Kualitas manusia faktor penentu dalam pembangunan bangsa bukan hanya mengandalkan sumber daya alam semata,” ujar Ical di Lembang, Bandung, Sabtu (2/7/2011).
Dalam acara pencanangan Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes) Partai Golkar di seluruh Indonesia ini, Ical menegaskan, kader-kader Golkar harus berada di barisan terdepan dalam pembangunan SDM di desa. “Hanya negara yang mau tingkatkan investasi pembangunan sumber daya manusia terbukti bisa menikmati pertumbuhan ekonomi lebih baik,” terangnya. Hadir dalam acara itu, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Akbar Tandjung, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan petinggi Golkar lainnya.




(source by Wikipedia)